Senin, 20 Mei 2019

Berkumpul dengan orang shalih/shalihah


Obat hati ada lima perkaranya
Yang pertama baca Qur’an dan maknanya
Yang kedua shalat malam dirikanlah
Yang ketiga berkumpullah dengan orang shaleh
Yang keempat perbanyaklah berpuasa
Yang kelima dzikir malam perpanjanglah
Kutipan bait di atas merupakan kutipan dari lagu tombo ati yang dipopulerkan oleh  Opick. Yang akan saya tekankan di sini terdapat pada poin yang ketiga yaitu Berkumpullah dengan orang Shaleh.
Merupakan sebuah cita-cita bahwa diri ini termasuk dalam golongan orang-orang yang shaleh tersebut. Meskipun saya belum benar-benar menjadi orang yang shalih/shalihah tapi paling tidak saya dipertemukan dengan orang-orang shalih/shalihah yang nantinya bisa mewarnai hari-hari saya. Hal ini yang saya harapkan di SD Unggulan ‘Aisyiyah Pandak dan kami terus berproses untuk menjadi lebih baik.
Kami berenam mengawali hari-hari kami dengan aktifitas yang tidak sekedar berpangku tangan tapi juga memaksakan diri untuk memautkan hati dengan Sang Khalik. Bukan karena kita masih sepi dari aktifitas, namun karena kami ingin hari-hari kami dimulai dengan hal-hal yang baik supaya akan terus baik kedepannya. Saya mengutip salah satu status Whatsap bu Rima yaitu “Mengawali hari dengan kebaikan, maka akan menghasilkan kebaikan”
Berbagai ihktiar kami lakukan untuk mengetuk hati para orang tua supaya putra dan putrinya bisa bergabung di SD Unggulan ‘Aisyiyah Pandak, salah satunya dengan mengadakan lomba mewarnai, Les Calistung, pembuatan LKS secara online dan masih banyak ikhtiar-ikhtiar lainnya. Tentunya ini tidak lepas dari ide-ide brilian seorang pemimpin kami yaitu Ustad Triyanto A. Fillah,...eh maksud saya Pak Triyanto, Sp.d.
Betapa saya diuntungkan dalam pertemuan ini, yaitu bertemu dengan orang-orang shalih/shalihah yang mau berjuang mencerdaskan generasi bangsa. Merasa menjadi beban bagi saya ketika saya tidak punya ilmu yang memadai sebagai guru al-Islam, karena secara tidak langsung saya dipandang menjadi manusia yang paling tau tentang agama. Padahal saya masih jauh dari teman-teman, namun saya tidak pantang menyerah untuk selalu mencari ilmu.
Naah...salah satu aktifitas mencari ilmu itu dengan adanya kultum bagi setiap kami berenam. Yang awalnya mencari tema sendiri, namun selanjutnya kami dianjurkan menggunakan buku “The Nine Golden Habits” oleh Pak Tri. Kaget sich,,pasti ini pakai bahasa Inggris karena judulnya aja saya nda tau artinya (pura-pura nda tau hehe). Dan WoW..benar-benar isi buku ini sangat menakjubkan, dimana Pak Tri punya harapan besar paling tidak kita bisa mempraktikkan dalam kehidupan sehari-hari meskipun tidak sesempurna yang berada di dalam buku tersebut.
Inilah awal dari proses kami menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Manusia itu laksana burung yang memiliki naluri untuk berkumpul, jika ingin menjadi baik maka kita juga harus berkumpul dengan orang-orang yang baik pula. Allah SWT telah berfirman dalam QS. at-taubah ayat 119:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَكُونُواْ مَعَ ٱلصَّٰدِقِينَ ١١٩
“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar”
Berteman dengan orang-orang yang shalih/shalihah sejatinya ada banyak sekali manfaatnya, paling tidak kita bisa terhindar dari hal-hal yang tidak baik. Alhamdulillah di SD Unggulan ‘Aisyiyah Pandak, kami selalu berusaha selalu menjadi baik dan saya berharap akan berlaku sampai nantinya SD Unggulan ‘Aisyiyah Pandak menjadi besar.
Salah satu lagi yang seru di SD Unggulan ‘Aisyiyah Pandak adalah kami dianjurkan untuk menulis setiap kegiatan kami. Hal ini membuat daya kreatifitas kami diuji, karena tidak semuanya bisa menuangkan dalam bentuk tulisan termasuk saya. Dan sekali lagi, saya khususnya berusaha untuk menulis meskipun tidak sebaik dan seindah bahasa teman-teman. Dari pertemanan inilah insya allah akan menularkan kebaikan-kebaikan bagi tiap diri kami, dari yang awalnya belum bisa menjadi bisa, yang awalnya minder menjadi lebih percaya diri.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Musa al-Asy’ari Radhiyallahu ‘anhu Rasulullah SAW bersabda yang artinya:
“Permisalan teman yang baik dengan teman yang buruk adalah ibarat penjual minyak kasturi dan pandai besi. Si penjual minyak kasturi bisa jadi akan memberimu minyaknya tersebut atau engkau bisa membeli darinya, dan kalaupun tidak, maka minimal engkau akan tetap mendapatkan aroma harum darinya.  Sedangkan si pandai besi, maka bisa jadi (percikan apinya) akan membakar pakaianmu, kalaupun tidak maka engkau akan tetap mendapatkan bau (asap) yang tidak enak.”(HR. Bukhari no. 5534, Muslim no. 2628)
Berdasarkan hadits tersebut betapa lebih banyak faedahnya jika berteman dengan orang-orang baik atau shalih/shalihah dibandingkan berteman dengan teman yang tidak baik. So, tidak rugi juga saya berada di SD Unggulan ‘Aisyiyah Pandak karena mereka seperti penjual minyak wangi yang siap menebarkan aromanya kepada saya yang belum shalihah ini.
Sepertinya ini dulu yang bisa saya tulis. Masih jauh dari baik, namun ini adalah tulisan pertama saya yang cukup panjang. Semoga akan lahir tulisan-tulisan yang lebih baik lagi dari ini, jadi mohon bimbingannya selalu yaa teman-teman shalih dan shalihahku Pak Tri, Pak Frida, Bu Rima, Bu Mentari dan Bu Anik.
Bambanglipuro, 7 Ramadhan 1440 H
*Rahmah el Arif

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pemenang Lomba TK “Kompetisi Ceria Anak Muslim” SDUA Pandak

Kompetisi ceria anak muslim (KOCAM) tahun 2020 yang diselenggarakan oleh SD Unggulan Aisyiyah Pandak terlaksana dengan lancar pada Ahad...