Obat hati ada lima
perkaranya
Yang pertama baca Qur’an dan
maknanya
Yang kedua shalat malam
dirikanlah
Yang ketiga berkumpullah
dengan orang shaleh
Yang keempat perbanyaklah
berpuasa
Yang kelima dzikir malam
perpanjanglah
Kutipan bait di atas merupakan kutipan dari lagu tombo
ati yang dipopulerkan oleh Opick. Yang
akan saya tekankan di sini terdapat pada poin yang ketiga yaitu Berkumpullah
dengan orang Shaleh.
Merupakan sebuah cita-cita bahwa diri ini termasuk dalam
golongan orang-orang yang shaleh tersebut. Meskipun saya belum benar-benar
menjadi orang yang shalih/shalihah tapi paling tidak saya dipertemukan dengan
orang-orang shalih/shalihah yang nantinya bisa mewarnai hari-hari saya. Hal ini
yang saya harapkan di SD Unggulan ‘Aisyiyah Pandak dan kami terus berproses
untuk menjadi lebih baik.
Kami berenam mengawali hari-hari kami dengan aktifitas
yang tidak sekedar berpangku tangan tapi juga memaksakan diri untuk memautkan
hati dengan Sang Khalik. Bukan karena kita masih sepi dari aktifitas, namun
karena kami ingin hari-hari kami dimulai dengan hal-hal yang baik supaya akan
terus baik kedepannya. Saya mengutip salah satu status Whatsap bu Rima yaitu
“Mengawali hari dengan kebaikan, maka akan menghasilkan kebaikan”
Berbagai ihktiar kami lakukan untuk mengetuk hati para
orang tua supaya putra dan putrinya bisa bergabung di SD Unggulan ‘Aisyiyah
Pandak, salah satunya dengan mengadakan lomba mewarnai, Les Calistung,
pembuatan LKS secara online dan masih banyak ikhtiar-ikhtiar lainnya. Tentunya
ini tidak lepas dari ide-ide brilian seorang pemimpin kami yaitu Ustad Triyanto
A. Fillah,...eh maksud saya Pak Triyanto, Sp.d.
Betapa saya diuntungkan dalam pertemuan ini, yaitu
bertemu dengan orang-orang shalih/shalihah yang mau berjuang mencerdaskan
generasi bangsa. Merasa menjadi beban bagi saya ketika saya tidak punya ilmu
yang memadai sebagai guru al-Islam, karena secara tidak langsung saya dipandang
menjadi manusia yang paling tau tentang agama. Padahal saya masih jauh dari
teman-teman, namun saya tidak pantang menyerah untuk selalu mencari ilmu.
Naah...salah satu aktifitas mencari ilmu itu dengan
adanya kultum bagi setiap kami berenam. Yang awalnya mencari tema sendiri,
namun selanjutnya kami dianjurkan menggunakan buku “The Nine Golden Habits”
oleh Pak Tri. Kaget sich,,pasti ini pakai bahasa Inggris karena judulnya aja
saya nda tau artinya (pura-pura nda tau hehe). Dan WoW..benar-benar isi buku
ini sangat menakjubkan, dimana Pak Tri punya harapan besar paling tidak kita
bisa mempraktikkan dalam kehidupan sehari-hari meskipun tidak sesempurna yang
berada di dalam buku tersebut.
Inilah awal dari proses kami menjadi pribadi yang lebih
baik lagi. Manusia itu laksana burung yang memiliki naluri untuk berkumpul,
jika ingin menjadi baik maka kita juga harus berkumpul dengan orang-orang yang
baik pula. Allah SWT telah berfirman dalam QS. at-taubah ayat 119:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَكُونُواْ
مَعَ ٱلصَّٰدِقِينَ ١١٩
“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah,
dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar”
Berteman dengan orang-orang yang shalih/shalihah
sejatinya ada banyak sekali manfaatnya, paling tidak kita bisa terhindar dari
hal-hal yang tidak baik. Alhamdulillah di SD Unggulan ‘Aisyiyah Pandak, kami
selalu berusaha selalu menjadi baik dan saya berharap akan berlaku sampai
nantinya SD Unggulan ‘Aisyiyah Pandak menjadi besar.
Salah satu lagi yang seru di SD Unggulan ‘Aisyiyah Pandak
adalah kami dianjurkan untuk menulis setiap kegiatan kami. Hal ini membuat daya
kreatifitas kami diuji, karena tidak semuanya bisa menuangkan dalam bentuk
tulisan termasuk saya. Dan sekali lagi, saya khususnya berusaha untuk menulis
meskipun tidak sebaik dan seindah bahasa teman-teman. Dari pertemanan inilah
insya allah akan menularkan kebaikan-kebaikan bagi tiap diri kami, dari yang
awalnya belum bisa menjadi bisa, yang awalnya minder menjadi lebih percaya
diri.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Musa al-Asy’ari
Radhiyallahu ‘anhu Rasulullah SAW bersabda yang artinya:
“Permisalan teman yang baik dengan teman yang buruk
adalah ibarat penjual minyak kasturi dan pandai besi. Si penjual minyak kasturi
bisa jadi akan memberimu minyaknya tersebut atau engkau bisa membeli darinya,
dan kalaupun tidak, maka minimal engkau akan tetap mendapatkan aroma harum
darinya. Sedangkan si pandai besi, maka
bisa jadi (percikan apinya) akan membakar pakaianmu, kalaupun tidak maka engkau
akan tetap mendapatkan bau (asap) yang tidak enak.”(HR. Bukhari no. 5534,
Muslim no. 2628)
Berdasarkan hadits tersebut betapa lebih banyak faedahnya
jika berteman dengan orang-orang baik atau shalih/shalihah dibandingkan
berteman dengan teman yang tidak baik. So, tidak rugi juga saya berada di SD
Unggulan ‘Aisyiyah Pandak karena mereka seperti penjual minyak wangi yang siap
menebarkan aromanya kepada saya yang belum shalihah ini.
Sepertinya ini dulu yang bisa saya tulis. Masih jauh dari
baik, namun ini adalah tulisan pertama saya yang cukup panjang. Semoga akan
lahir tulisan-tulisan yang lebih baik lagi dari ini, jadi mohon bimbingannya
selalu yaa teman-teman shalih dan shalihahku Pak Tri, Pak Frida, Bu Rima, Bu
Mentari dan Bu Anik.
Bambanglipuro, 7 Ramadhan 1440 H
*Rahmah el Arif

Tidak ada komentar:
Posting Komentar