Senin, 08 Juli 2019

Download Murottal Al-Qur'an Juz 30


Alhamdulillah, untuk membantu mencapai target hafalan Al-Qur'an siswa SD Unggulan Aisyiyah Pandak ayah bunda bisa mendowload dan memperdengarkan bacaan Al-Qur'an juz 30 ini pada ananda sesering mungkin. Semoga bermanfaat.

Murottal Al Qur'an Juz 30

Senin, 20 Mei 2019

Tanamkan Keyakinan Agama yang Kuat Pada Anak Kita


Mengajarkan anak-anak tentang militansi beragama adalah penting dan harus. Karena keyakinan kita, islam lah satu-satunya agama yang benar dan diridloi Allah SWT. Keyakinan ini harus terhujam kuat hingga tidak mudah goyah dan semoga tidak goyah hingga akhir hayat.
Bahwa kemudian kita juga perlu ajarkan tentang toleransi dan saling menghormati adalah penting dan harus juga. Karena kita hidup dilingkungan yang komplek serta berbhineka.

Ikhtiar menjadikan anak-anak memegang teguh keimanan islam adl ikhtiar mulia, dan kewajiban bagi setiap orang tua. Tidak ada sangkut pautnya dengan radikalis apalagi teroris. Justru yang kita khawatirkan adalah anak-anak kita terbawa arus paham sekuler dan islamphobia. Menganggap semua agama benar, dan membenci umat islam yang sebenarnya taat tapi dipandang radikal.

Jangan berprasangka pada para ulama kita. Jangan memandang sinis ikhtiar mulia mendidik generasi qur'ani.
Islam adalah agama rahmatan lil 'alamin. Semakin seseorang beriman dan bertaqwa, insyaallah semakin baik sikapnya pada sesama.
Kehidupan yang toleran, saling menghormati dan menghargai, insyaallah tidak akan luntur bahkan semakin kuat dengan hadirnya anak-anak kita yang memegang teguh nilai agama.

*Triyanto

SD Unggulan 'Aisyiyah Pandak


Terlepas dari panasnya hiruk-pikuk problematika bangsa saat ini, tidak bisa dipungkiri kita sedang dihadapkan pada tantangan besar revolusi industri 4.0 yang menuntut kita untuk bisa bertahan dengan derasnya kemajuan zaman. Banyak sekali PR yg harus diselesaikan, tidak terkecuali dalam bidang pendidikan.

Kenapa pendidikan? Pendidikan mempunyai peran dominan dalam menciptakan para pionir garis depan yang menjadi ujung tombak persaingan dunia global. Lantas, bagaimana cara mewujudkannya? Salah satunya adalah dengan membangun sekolah2 yang mampu menciptakan insan2 yang tidak hanya berintelegensi unggul tetapi juga beriman kuat kepada Sang Pencipta, Allah SWT. Seperti pepatah, apalah gunanya ilmu tanpa dilandasi dengan iman.

Berbicara mengenai sekolah, banyak sekali sekolah yang sudah maju dan mempunyai kualitas unggul. SD Unggulan 'Aisyiyah Pandak adalah sekolah dasar unggul yang akan bersaing dg sekolah-sekolah tersebut, bahkan Insya Allah akan menjadi sekolah favorit dan juga teladan sekolah-sekolah lainnya. Memang, masih terlalu dini untuk mengatakan hal tersebut karena SDUA Pandak baru akan berlayar pada bulan juli 2019 mendatang. Akan tetapi, setidaknya semangat dan tekad kuat yang ada pada diri nahkoda dan para pelayar kapal SDUA Pandak inilah  yang bisa mewujudkan harapan tersebut.

SDUA Pandak adalah "Sekolah Religius Berprestasi", sekolah yang mempunyai visi " Terbentuknya Pribadi Muslim yang Unggul, Berakhlak Mulia, dan Berwawasan Global". Walaupun belum beroperasi, tetapi banyak sekali ikhtiar-ikhtiar dan program-program yang sudah dapat mencerminkan dan membuktikan visi tersebut. Mulai dari kegiatan rutin setiap pagi sholat dhuha dan tadarus bersama. Tidak hanya itu, terdapat juga kultum yang dilakukan oleh calon2 guru yang secara langsung dapat memberikan ilmu dan suntikan semangat untuk terus memperjuangkan visi tersebut.

Di samping itu, banyak juga program-program yang sudah dilakukan. Seperti mengadakan lomba mewarnai yang dihadiri oleh Pimpinan Aisyiyah Daerah Bantul. Lomba mewarnai ini bisa dikatakan sangat sukses karena peserta lomba mencapai hampir 100 peserta, sebuah ukuran angka yang luar biasa. Selain itu juga mengadakan kunjungan study ke sekolah favorit seperti SD Muh Sapen. Mengadakan les calistung bagi anak-anak TK secara gratis dan masih banyak lainnya.

Berbagai ikhtiar dan program tersebut kita padukan dengan semangat dan tekad yang kuat sehingga kita dapat berjuang sampai saat ini. Semoga SDUA Pandak dapat berdiri kokoh menjadi sekolah unggulan yang mampu mencetuskan insan-insan berakhlak mulia dan juga berwawasan global. Dan pada akhirnya SDUA Pandak dapat berkontribusi dalam memajukan pendidikan di negeri ini, Indonesia. Aamiin Allahumma aamiin. Allahu Akbar 💪🏻

*Frida Endrawanto

Berkumpul dengan orang shalih/shalihah


Obat hati ada lima perkaranya
Yang pertama baca Qur’an dan maknanya
Yang kedua shalat malam dirikanlah
Yang ketiga berkumpullah dengan orang shaleh
Yang keempat perbanyaklah berpuasa
Yang kelima dzikir malam perpanjanglah
Kutipan bait di atas merupakan kutipan dari lagu tombo ati yang dipopulerkan oleh  Opick. Yang akan saya tekankan di sini terdapat pada poin yang ketiga yaitu Berkumpullah dengan orang Shaleh.
Merupakan sebuah cita-cita bahwa diri ini termasuk dalam golongan orang-orang yang shaleh tersebut. Meskipun saya belum benar-benar menjadi orang yang shalih/shalihah tapi paling tidak saya dipertemukan dengan orang-orang shalih/shalihah yang nantinya bisa mewarnai hari-hari saya. Hal ini yang saya harapkan di SD Unggulan ‘Aisyiyah Pandak dan kami terus berproses untuk menjadi lebih baik.
Kami berenam mengawali hari-hari kami dengan aktifitas yang tidak sekedar berpangku tangan tapi juga memaksakan diri untuk memautkan hati dengan Sang Khalik. Bukan karena kita masih sepi dari aktifitas, namun karena kami ingin hari-hari kami dimulai dengan hal-hal yang baik supaya akan terus baik kedepannya. Saya mengutip salah satu status Whatsap bu Rima yaitu “Mengawali hari dengan kebaikan, maka akan menghasilkan kebaikan”
Berbagai ihktiar kami lakukan untuk mengetuk hati para orang tua supaya putra dan putrinya bisa bergabung di SD Unggulan ‘Aisyiyah Pandak, salah satunya dengan mengadakan lomba mewarnai, Les Calistung, pembuatan LKS secara online dan masih banyak ikhtiar-ikhtiar lainnya. Tentunya ini tidak lepas dari ide-ide brilian seorang pemimpin kami yaitu Ustad Triyanto A. Fillah,...eh maksud saya Pak Triyanto, Sp.d.
Betapa saya diuntungkan dalam pertemuan ini, yaitu bertemu dengan orang-orang shalih/shalihah yang mau berjuang mencerdaskan generasi bangsa. Merasa menjadi beban bagi saya ketika saya tidak punya ilmu yang memadai sebagai guru al-Islam, karena secara tidak langsung saya dipandang menjadi manusia yang paling tau tentang agama. Padahal saya masih jauh dari teman-teman, namun saya tidak pantang menyerah untuk selalu mencari ilmu.
Naah...salah satu aktifitas mencari ilmu itu dengan adanya kultum bagi setiap kami berenam. Yang awalnya mencari tema sendiri, namun selanjutnya kami dianjurkan menggunakan buku “The Nine Golden Habits” oleh Pak Tri. Kaget sich,,pasti ini pakai bahasa Inggris karena judulnya aja saya nda tau artinya (pura-pura nda tau hehe). Dan WoW..benar-benar isi buku ini sangat menakjubkan, dimana Pak Tri punya harapan besar paling tidak kita bisa mempraktikkan dalam kehidupan sehari-hari meskipun tidak sesempurna yang berada di dalam buku tersebut.
Inilah awal dari proses kami menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Manusia itu laksana burung yang memiliki naluri untuk berkumpul, jika ingin menjadi baik maka kita juga harus berkumpul dengan orang-orang yang baik pula. Allah SWT telah berfirman dalam QS. at-taubah ayat 119:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَكُونُواْ مَعَ ٱلصَّٰدِقِينَ ١١٩
“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar”
Berteman dengan orang-orang yang shalih/shalihah sejatinya ada banyak sekali manfaatnya, paling tidak kita bisa terhindar dari hal-hal yang tidak baik. Alhamdulillah di SD Unggulan ‘Aisyiyah Pandak, kami selalu berusaha selalu menjadi baik dan saya berharap akan berlaku sampai nantinya SD Unggulan ‘Aisyiyah Pandak menjadi besar.
Salah satu lagi yang seru di SD Unggulan ‘Aisyiyah Pandak adalah kami dianjurkan untuk menulis setiap kegiatan kami. Hal ini membuat daya kreatifitas kami diuji, karena tidak semuanya bisa menuangkan dalam bentuk tulisan termasuk saya. Dan sekali lagi, saya khususnya berusaha untuk menulis meskipun tidak sebaik dan seindah bahasa teman-teman. Dari pertemanan inilah insya allah akan menularkan kebaikan-kebaikan bagi tiap diri kami, dari yang awalnya belum bisa menjadi bisa, yang awalnya minder menjadi lebih percaya diri.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Musa al-Asy’ari Radhiyallahu ‘anhu Rasulullah SAW bersabda yang artinya:
“Permisalan teman yang baik dengan teman yang buruk adalah ibarat penjual minyak kasturi dan pandai besi. Si penjual minyak kasturi bisa jadi akan memberimu minyaknya tersebut atau engkau bisa membeli darinya, dan kalaupun tidak, maka minimal engkau akan tetap mendapatkan aroma harum darinya.  Sedangkan si pandai besi, maka bisa jadi (percikan apinya) akan membakar pakaianmu, kalaupun tidak maka engkau akan tetap mendapatkan bau (asap) yang tidak enak.”(HR. Bukhari no. 5534, Muslim no. 2628)
Berdasarkan hadits tersebut betapa lebih banyak faedahnya jika berteman dengan orang-orang baik atau shalih/shalihah dibandingkan berteman dengan teman yang tidak baik. So, tidak rugi juga saya berada di SD Unggulan ‘Aisyiyah Pandak karena mereka seperti penjual minyak wangi yang siap menebarkan aromanya kepada saya yang belum shalihah ini.
Sepertinya ini dulu yang bisa saya tulis. Masih jauh dari baik, namun ini adalah tulisan pertama saya yang cukup panjang. Semoga akan lahir tulisan-tulisan yang lebih baik lagi dari ini, jadi mohon bimbingannya selalu yaa teman-teman shalih dan shalihahku Pak Tri, Pak Frida, Bu Rima, Bu Mentari dan Bu Anik.
Bambanglipuro, 7 Ramadhan 1440 H
*Rahmah el Arif

Jangan Hidup Sekedar Hidup, Jadilah Bermanfaat


Setiap orang memiliki pilihan dalam hidupnya. Entah akan menjadi apa dan seperti apa semua ada ditangan kita. Banyak orang memilih mengikuti arus kehidupan tanpa pernah berpikir untuk melakukan hal yg dapat mengubah hidupnya. Padahal jika dia memilih jalan hidup yg tepat bisa saja dia akan menjadi lebih bermanfaat untuk dirinya sendiri maupun orang2 disekitarnya.
Memberikan manfaat kepada orang lain, maka manfaatnya akan kembali untuk kebaikan diri kita sendiri. Allah Jalla wa ‘Alaa berfirman:
إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ
“Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri” (QS. Al-Isra:7)
Dalam setiap kehidupan selalu ada kesempatan yang Allah SWT berikan, yang perlu kita lakukan adalah memanfaatkan kesempatan itu sebaik-baiknya. Hidup yang hanya sekali ini haruslah kita manfaatkan untuk melakukan hal2 yang baik, tentu saja hal baik tersebut harus memberikan manfaat, baik bagi diri kita sendiri maupun orang2 disekitar kita.
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289).
Menjadi bermanfaat dapat dilakukan dengan berbagai cara, baik yang sederhana maupun yang memerlukan usaha lebih. Kita juga dapat menggunakan apa yg kita miliki, misalnya jika kita mempunyai keahlian tertentu kita bisa menularkan ilmu yang kita miliki kepada orang lain sehingga orang tersebut dapat menerapkannya dan menjadi lebih maju, contoh lainnya jika kita memikili harta yg berlebih kita bisa menyumbangkannya untuk orang lain yang lebih membutuhkan. Dan tentu masih banyak lagi cara kita untuk menjadi bermanfaat. Jadi jangan selalu melihat dari apa yg kita dapatkan tetapi coba renungkan sudah seberapa bermanfaatkah kita untuk orang lain.
*Anik Oktavianingsih

Pemenang Lomba TK “Kompetisi Ceria Anak Muslim” SDUA Pandak

Kompetisi ceria anak muslim (KOCAM) tahun 2020 yang diselenggarakan oleh SD Unggulan Aisyiyah Pandak terlaksana dengan lancar pada Ahad...